Rujak asal Jawa Timur yang isinya irisan moncong sapi, timun, mangga muda, bengkoang, tahu, tempe, toge, lontong, nanas, dan lainnya ini dulunya kesukaan raja, lho!
Konon, dulu di daerah Masiran, ada raja yang minta dimasakin makanan spesial. Akhirnya, ada punggawa asal Arab yang nyodorin rujak mulut unta ke Sang Raja.
Gak nyangka, raja pun suka. Dia menghadiahi punggawa buanyak banget harta, mulai dari kapal laut, tanah, dan jabatan sebagai kepala koki istana. Sayangnya, si punggawa gak berminat dan minta dikasih kapal aja untuk bertualang. Sebagai gantinya, dia ngasih tahu resep rujaknya ke raja.
